BAB II LANDASAN TEORI

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Sistem, Indormasi dan Sistem Informasi

1. Pengertian Sistem

Dalam kegiatan perusahaan dibutuhkan suatu sistem yang menunjang operasi perusahaan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi, sehinga perusahaan harus dapat memanfaatkan secara maksimal sumber-sumber daya yang ada. Untuk itu perlu diketahui apa yang dimaksud dengan sistem. Berikut ini adalah pengertian sistem menurut para ahli yaitu:

Menurut M.J Alexander dalam buku Sistem Informasi Berbasis Komputer oleh Jogianto HM (2003:2), sistem adalah: “suatu group dari elemen-elemen baik berbentuk fisik maupun bukan fisik yang menunjukan suatu kumpulan saling berhubungan diantaranya dan berinteraksi bersama-sama menuju satu atau lebih tujuan, sasaran akhir dari sistem”.

Berdasarkan pengertian diatas, jelaslah bahwa suatu sistem tidak dapat dilakukan oleh orang atau bagian tertentu saja dalam perusahaan. Tetapi merupakan kerjasama sekelompok orang yang saling berhubungan dan menunjang agar kegiatan perusahaan berjalan dengan baik dan akhirnya dapat menghasilkan suatu informasi.

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu. Menurut Jogiyanto (2005:4-5), karakteristik sistem terdiri dari:

1) Komponen sistem, yaitu suatu sub sistem atau bagian-bagian dari sistem yang mempunyai sifat-sifat untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.

2) Batas sistem (boundary), yaitu daerah yang membatasi antara suatu sistem dangan sistem lainnya atau dengan lingkungan luar.

3) Lingkungan luar sistem (environment), yaitu apa saja yang berada diluar batas istem yang mempengaruhi operasi sistem.

4) Penghubung sistem (interface), yaitu media penghubung antara satu sistem dengan sub sistem yang lainnya.

5) Masukan sistem (input), yaitu energi yang dimasukkan ke dalam sistem.

6) Keluaran sistem (output), yaitu hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang bergna dan sisa pembuangan.

7) Pengolah sistem, yaitu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8) Sasaran sistem, yaitu tujuan (goal) atau sasaran (objective) dari suatu sistem untuk menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem.

Berdasarkan uraian di atas karakteristik sistem harus memiliki unsur, media, dan misi (tujuan), karena sistem adalah gabungan dari beberapa komponen yang saling berbeda tetapi saling ketergantungan.

2. Pengertian Informasi

Menurut Jogianto (2001:11), Informasi adalah sebagai data yang diolah untuk mencapai sesuatu yang telah berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Dari definisi diatas dapat disampaikan bahwa informasi adalah data yang penting dan dapat memberikan pengetahuan yang berguna jika disampaikan pada orang yang memerlukan pada waktu yang tepat dalam bentuk yang tepat pula.

3. Sistem Informasi

a. Pengertian Sistem Informasi

Diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam mengambil keputusan. Pengertian Sistem Informasi Menurut Laudon (2005:9) adalah satuan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kendali dalam suatu organisasi.

Berdasarkan pengertian diatas Sistem Informasi yang dikemukakan oleh para ahli dapt disimpulkan bahwa pengertian sistem informasi adalah satuan komponen yang saling berkaitan antara satu dan lainnya melalui proses, dimana proses tersebut menghasilkan data yang memiliki nilai.

b. Komponen Sistem informasi

Sebagimana yang telah diuraikan sebelumnya bahwa sistem terdiri dari kumpulan komponen atau sub sistem, sistem informasi juga terdiri dari komponen-komponen yang saling berintegrasi satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan dalam mencapai sasaran.

Jhon Burch Gary Grudnitski dalam Yogianto (2005:12) mengemukakan bahwa:

“Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu blok masukan (input block), block model (model block), yaitu blok keluaran (output block), blok tekhnologi (tecnologi block), block basis data (database block), dan block kendali ( controls block)”.

B. Sistem Pengolahan Data Pembelian Barang Umum Rumah Sakit

1. Tinjauan Tentang Pengolahan Data

a. Pengertian Data

Data berasal dari kata datum yang berati fakta yang digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Dalam bidang komputer data dikenal sebagai simbol-simbol yang dimasukkan kedalam komputer berupa angka, huruf dan tanda baca lainnya, dan sebagai sumber informasi. Data adalah sebagai kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian–kejadian dalam kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah suatu yang terjadi pada saat tertentu dan kesatuan nyata adalah suatu obyek nyata seperti tempat benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.

Kegunaan data adalah sebagai dasar penyusunan kebijaksanaan dan keputusan oleh organisasi. Data yang relevan, disusun menurut sistem tertentu (terstruktur) akan membentuk suatu fakta, dan sejumlah fakta tertentu yang tersusun secara sistematis akan menciptakan suatu teori yang mudah dipahami. Dengan kata lain data merupakan suatu elemen terkecil dari sesuatu dalam bidang pengetahuan tertentu.

b. Pengertian Pengolahan Data

Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama Pengolahan Data Elektronik (PDE) yaitu manipulasi data ke dalam bentuk yang lebih berarti berupa sistem informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik yaitu komputer. Data mentah belum dapat dikatakan suatu informasi sehingga perlu diolah lebih lanjut. Jadi pengolahan data adalah suatu proses atau manipulasi data yang menerima data sebagai masukan (input), diproses (processing), oleh program tertentu yang tersimpan mengeluarkan hasil proses data tersebut dalam bentuk informasi (output). Suatu proses pengolah data yang terdiri dari 3 tahap dasar, yang disebut dengan siklus pengolahan data (data processing cycle) : yaitu input, processing, dan output, dapat dilihat pada gambar 2.1

INPUT

PROSES

OUTPUT

Gambar 2.1 Siklus Pengolahan Data

Tiga tahap dasar dari siklus pengolahan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Siklus pengolahan data yang

dikembangkan (expanced data processing cycle) dapat ditambahkan tiga atau lebih tahapan lagi yaitu origination, storage, dan distribution. Dapat dilihat pada gambar 2.2:

Origination

Input

Storage

Processing

Output

Distribution

Gambar 2.2 Pengembangan Siklus Pengolahan Data

  • Origination. Tahap ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pencatatan data kedokomen dasar.
  • Input. Tahap ini merupakan proses dari pengumpulan data yang biasanya merupakan proses pemasukan data kedalam proses komputer lewat alat input (input device)
  • Processing. Tahap ini merupakan proses pengolahan data yang sudah dimasukkan oleh alat proses (processing device) yang dapat berupa proses perhitungan, mengklasifikasikan, mengurutkan dan mengendalikan atau mencari di penyimpanan.
  • Output. Tahap ini merupakan proses dari distribusi output dari hasil pengolahan data kealat output (output device), yaitu berupa informasi.
  • Distribution. Tahap ini merupakan proses distribusi output kepada pihak yang berhak yang membutuhkan informasi.
  • Storage. Tahap ini merupakan proses perekaman hasil pengolahan kesimpanan luar. Hasil dari pengolahan yang disimpan di storage dapat

dipergunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya. Pada gambar terebut terlihat dua buah anak panah yang berlawanan arah, menunjukkan hasil pengolahan data dapt disimpan di storagedan dapat diambil kembali untuk proses pengolahan data berikutnya.

c. Pengantar Basis Data

Basis Data (DataBase) menurut Jogianto (2005:17) adalah:

“Kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.”

Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Penerapan DataBase dalam sistem informasi disebut dengan DataBase System, yaitu suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi.

a. Tingkatan Susunan Organisasi Data

Sebelum mencapai atau membentuk suatu database, data mempunyai tingkatan mulai darikarakter-karakter (characters), item data (data item atau field), record, file kemudian data base. Tingkatan susunan organisasi adalah:

1) Karakter-karakter

Karakter merupakanbagian data yang terkecil, dapat nerupa karakter numerik, huruf ataupun karakter-karakter husus (special characters) yang membentuk suatu item data.

2) Field

Field menggambarkan suatu attribut dari record yang menunjukkan suatu item data.

3) Record

Record yaitu kumpulan dari field yang menggambarkan suatu unit dari data tertentu atau sekumpulan data item yang berhubungan secara logika dari suatu objek.

4) File

File merupakan kumpulan dari record yang menggambarkan suatu kesatuan yang sejenis.

5) Database

Database adalah kumpulan dari file yang membentuk satu kesatuan tertentu atau suatu kumpulan data terhubung yang tersimpan secara bersama-sama pada suatu media, tanpa adanya suatu kerangkapan data sehingga mudah untuk digunakan kembali, dapat digunakan oleh satu atau lebih program aplikasi secara optimal, data disimpan tanpa mengalami ketergantungan pada program yang akan digunakan, data disimpan sedemikian rupa sehingga apabila penambahan, pengambilan dam modifkasi data dapt juga dilakukan dengan mudah dan terkontrol.

Dari definisi diatas maka tingkatan susunan organisasi data menurut penulis terdiri dati type data (yang berupa karakter dan numerik), filed, record, file dan database.

b. Komponen-komponen Sistem Basis Data

Sistem basisdata merupakan sistem penyusunan data yang saling terpadu, yang mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:

1) Database (basis data) adalah kumpulan file-file yang saling berhubungna atau berelasi sehingga membentuk suatu database.

2) Software (perangkat lunak) adalah perangkat lunak yang digunakan dalam suatu sistem basisdata. Misalnya: Foxpro, SQL, Microsoft Access.

3) Hardware (Perangkat Keras), merupakan perangkat keras yang digunakan dalam sistem basis data yaitu unit pusat pengolah (Central Processing Unit atau CPU), unit penyimpanan (Storage Unit), Keyboard, Monitor, Printer dan lai-lain.

4) Barinware (manusia), merupakan elemen penting pada sistem basisdata yang terdiri dari sistem enginer, administrator basis data, programmer dan pemakai terakhir.

d. Model Basis Data

Model data menyatakan hubungan anatar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Model data menunjukkan hubungan Logikal antara elemen data atau satu cara untuk menjelaskan bagaimana pemakai dapat melihat data secara logical.

Menurut Abdul Kadir (2003:23) model dasar yang paling utama ada 3 macam:

1) Model Data Hirarki

Model data hirarki biasanya disebut model pohon. Merupakan sekumpulan record yang menghubungkan satu sama lain yang membentuk struktur hirarki.

2) Model Data Jaringan atau Network

Model ini menyerupai model hirarki. Model Data Network merupakan sekumpulan record yang dihubungkan satu sama lain melalui link (berupa pointer), masing-masing hanya berisi sebuah nilai data.

3) Model Data Relational

Model data relational merupakan model yang paling sederhana . Model ini menggunakan table dua dimensi untuk memberikan gambaran sebuah berkas data. Kolom menunjukkan antara field, baris menunjukan hubungan antara record dalam suatu berkas data.

Dari definisi diatas model data adalah uraian dari sebuah disain data yang memuat adanya relasi konsep logika dari data tersebut

2. Tentang Pembelian Barang Umum

a. Pengertian Pembelian Barang Umum

Pembelian Barang Umum adalah suatu kegiatan pengadaan barang-barang berupa alat-alat kantor, alat-alat rumah tangga, linen untuk menunjang kegiatan disatuan atau lingkungan pada Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.

Usulan untuk permintaan pembeliaan merupakan suatu usaha untuk memenuhi persediaan barang umum di gudang dalam menunjang kegiatan dibagian atau satuan Rumah Sakit Yos Sudarso Padang.

Barang dibeli berdasarkan kebutuhan, dengan adanya kebutuhan tersebut dapat disusun pembelian barang untuk jangka waktu tertentu sehingga kebutuhan barang dapat terpenuhi. Dalam pembelian barang perlu pengendalian terhadap pembelian barang yang bertujuan untuk memonitori kemajuan-kemajuannya. Dalam pembelian perlu diperhatikan harga barang, dan kelancaran distribusi barang dan distributor.

b. Fungsi Pengendalian Pembelian

Menurut James A.F Stoner (1993:8) pegendalian pembelian ditinjau dari ilmu manajemen adalah: ”Suatu proses yang berusaha untuk menjamin bahwa tindakan sesuai dengan rencana”.

Fungsi pengendalian pembeliann merupakan proses membandingkan hasil yang dicapai dengan standar yang ditetapkan. Dengan adanya proses ini dapat diketahui apakah kebijaksanaan telah ditetapkan mengalami penyimpangan atau tidak, serta bagaimana tindakan manager perusahaan dalam melakukan perbaikan terhadap penyimpangan yang terjadi. Tujuannya dalam rangka menjaga aktivitas rumah sakit untuk mengurangi resiko-resiko yang tidak diinginkan serta penyimpangan tujuan yang telah ditetapkan dapat dihindari.

C. Analisis Sistem dan Perancangan Sistem

1. Pengertian Analisis Sistem

Analisa sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk

mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang duharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Analisis sistem dilakukan untuk mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi oleh suatu perusahaan yang berguna untuk membandingkan dan membuat alternatif-alternatif yang diberikan pada sistem baru. Menurut Jogianto (2005:129), analisis sistem adalah :

“Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untulk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya”.

Dari definisi diatas, maka analisa sistem adalah suatu perencanaan sekaligus pembuatan sketsa dari elemen yang terpisah namun saling berintegrasi ke dalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

2. Langkah-langkah Analisis Sistem

Menurut Jogianto (2005:130), suatu rancangan, melalui beberapa tahapan, yang menjelaskan urutan langkah-langkah yang harus dilakukan, antara lain:

1) Mengidentifikasi masalah (Identity)

Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisa sistem, masalah dapat diidentifikasiskan sebagai suatu pernyataan yang diinginkan untuk dipecahkan.

Tahapan-tahapan dalam mengidentifikasi masalah adalah:

a) Mengidentifikasi penyebab masalah

b) Mengidentifikasi titk keputusan

c) Mengidentifikasi personil-personil kunci

2) Memahami dari kerja sistem yang ada (understand)

Memahami kerja dari sistem yang ada merupakan langkah kedua dari tahap analisa sistem, dapat dilakukan dengan mempelajari secar rinci bagaimana sistem yang ada beroperasi.

3) Menganalisa hasil penelitian (analyze)

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

4) Membuat laporan hasil analisis (report)

Setelah proses analisis sistem selesai dilakukan, analisis sistem membuat laporan hasil analisis yang akan diserahkan kepada steering committee dan diteruskan ke manajemen.

Dari definisi diatas maka langkah-langkah analisis sistem sebagai berikut:

a) Mengenali kondisi sistem,

b) Memahami kinerja sistem,

c) Mengadakan survey dan penelitian terhadap sistem, dan

d) Mendokumentasikan hasil yang diperoleh dari kinerja sistem.

3. Pengertian Perancangan Sistem Informasi

Disain sistem merupakan tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem, pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk rancang bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.

Disain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti diselesaikan, tahap ini menyangkut konfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah di instalasi dari sistem yang akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah ditetapkan pada akhir analisa sistem.

Menurut Jogianto (2005:195), disain sistem terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

a. Disain sistem secara global merupakan rancangan umum dari program aplikasi untuk membuat informasi mengenai isi program secara keseluruhan dari alur program yang dibuat.

b. Disain sistem secara rinci, merupakan penjabaran lebih lengkap dan terinci dari disain sistem secara global.

Dari definisi diatas disain sistem adalah proses penggambaran, pemetaan sebuah perencanaan dari suatu sistem yang akan dikembangkan baik secara konseptual (global) maupun secara terinci.

Dengan demikian desain sistem dapat diartikan sebagai berikut:

a. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem

b. Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional

c. Persiapan untuk rancang bangun implementasi

d. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk

e. Penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

f. Menyangkut konfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.

4. Alat Bantu dalam Perancangan Sistem dan Program

Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap merancang suatu sistem dan program adalah membuat usulan pemecahan masalah secara logikal. Alat bantu yang digunakan antara lain adalah:

a. Bagan Alir Sistem (Sistem Flowchart)

Sistem Flowchart merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan-urutan dari prosedur-prosedur yang ada dalam sistem. Sistem Flowchart digambarkan dengan menggunakan simbol-simbol sebagai berikut:

Tabel 2.1 Simbol-simbol Aliran Sistem Informasi

SIMBOL

KETERANGAAN

Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan semua jenis dokumen, merupakan formulir yang digunakan untuk merekam data terjadinya suatu transaksi , yang menunjukkan input dan output baik untuk prose manual, mekanik aatu komputer.

Proses Manual. Simbol ini digunakn untuk menggambarkan kegiatan manual atau pekerjaan yang dilakukkan tanpa menggunkan komputer. Uraian singkat kegiatan manual dicantumkan dalam simbol ini.

Proses Komputer. Simbol ini menggambarkan kegiatan prose dari pengolahan data dengan komputer secara online. Uraian singkat tentang operasi program komputer ditulis didalam simbol.

Penyimpanan dalam hardisk. Simbol ini diganakan untuk penyimpnan data kealam hardisk. Uraian singkat tentang operasi penyimpanan ditulis dalam simbol ini

Arsip. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan file komputer / non komputer yang disimpan sebagai arsip. Di dalam simbol ini bisa ditulis huruf F atau huruf A

Penghubung pada halaman yang sama. Simbol ini digunakan untuk menujukkan hubungan antar proses yang terputus masih dalam halaman yang sama. Didalam simbol ini Dicantumkan nomor sebagai penghubung.

Penghubung pada halaman yang berbeda. Simbol ini diguna untuk menunjukkan hubungan arus proses yang terputus dengan sambungannya ada pada halaman lain, sesuai dengan nomor ynag tercantum dalam simbol.

Garis Alir. Simbol ini menunjukkan aliran / arah dari proses pengolahan data.

b. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) merupakan gambaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi file. Keuntungan dari DFD, memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan atau dikembangkan. Simbol-simbol yang digunakan dalam DFD terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.2 Simbol Data Flow Diagram

SIMBOL

SIMBOL

KETERANGAN

Kesatuan Luar / Eksternal Entity. Merupakan sumber/tujuan data atau suatu bagian/orang yang berada diluar sistem tetapi berhubungan dengan sistem tersebut, baik itu memasukan data maupun mengambil data dari sistem.

Proses. Simbol ini digunakan untuk melakukan proses pengolahan data di dalam DFD, yang menunjukkan suatu kegiatan yang megubah alairan data masuk (input) menjadi aliran data keluar (Output).

Penyimpanan Data / Data Store. Berfungsi sebagai tempat penyimpanan dokumen-dokumen /file-file yang dibutuhkan dalam suatu sistem informasi

Aliran Data. Menunjukkan arus dalam proses, dimana simbol aliran data ini mempunyai nama sendiri.

Dalam DFD ini nantinya akan memperlihatkan aliran sistem melalui dari input, proses hingga laporan yang dihasilkan, dan bisa digunakan untuk menggambarkan sistem informasi yang logikal, yang akan menggambarkan bagaimana hubungan suatu sistem unformasi dengan file-file yang akan diakses oleh komputer.

Aturan membuat DFD antara lain:

a) Tidak boleh menghubungkan external entity secara langsung.

b) Tidak boleh menghubungkan data storage dengan data storage lainnya secara langsung.

c) Tidak boleh menghubungkan data storage dengan external entity secara langsung.

d) Pada setiap proses harus ada data flow yang masuk dan keluar dan sebaliknya.

e) Tidak boleh pada proses arus data tidak memiliki nama (nama harus ada).

f) Tidak boleh ada proses yang tidak memiliki nomor.

Metode-metode membuat DFD :

1) Mulai yang umum samapi yang detail.

2) Jabarkan setiap proses.

3) Pelihara konsistensi antar proses.

4) Berikan label nama yang bermakna untuk keempat simbol tersebut.

5) Menjaga konsistensi dengan model lainnya.

Tahapan membuat DFD:

1) Buat Context Diagram (Top Level Diagram).

2) Buat Diagram level 0.

3) Buat Diagram level 1 (Detail).

4) Diagram ini digunakan untuk menjelaskan tahapan-tahapan proses dari diagram level 0.

Cara Pembuatan DFD:

1) Identifikasi semua ekternal entity dalam sistem.

2) Identifikasi semua input dan output yang terlibat dengan ekternal entity.

3) Urutkan penggambaran dimulai dari context diagram, diagram level 0, diagram level lainnya.

c. Entity Relationship Diagram (ERD)

Model Entity-Relationship berisi komponen-komponen dari suatu himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dangan atribut-atribut yang mempresentasikan seluruh fakta yang ditinjau sehungga dapt diketahui hubungan antara entity-entity yang ada dalam pengolahan data, sepertio hubungan many to many, one to many, atau one to one. Lebih jelasnya akan digambarkan secara sistematis dengan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R / ERD).

Simbol-simbol yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram dijelaskan pada tabel 2.3 berikut ini;

Tabel 2.3 Simbol Entity Relationship Diagram (Diagram E-R)

SIMBOL

KETERANGAN

Entity. Simbol yang menyatakan himpunan entitas ini bisa berupa : suatu elemen lingkungan, sumber daya, atau transaksi, yang begitu pentingnya bagi perusahaan sehingga didokumentasikan dengan data.

Atribute. Simbol terminal ini untuk menunjukkan nama-nama atribut yang ada pada entity

Primari Key Attribute. Simbol atribut yang digaris bawahi, berfungsi sebagai key (kunci) diantara nama-nama atribut yang ada pada suatu entity.

Link. Simbol ini berupa garis ini digunakan sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dan himpunan entitas dengan atributnya.

:

Hubungan / relasi antar atribut yang terdapat pada sistem konseptual secara bebas yang terdiri dari entity-entiti, dan setiap entity terdiri dari atribut yang ada, yaitu:

a) Unary, adalah satu entiti berelasi hanya dengan satu entity saja.

b) Binary, adalah satu entit behubungan dengan entiti yang lain.

c) Ternary, adalah satu entoiti berhubungan dengan beberapa entity yang lainnya.

d. Bagan Alir Program ( Program Flowchart)

Merupakan alat bantu yang digunakan untuk menerangakan logika program , berupa suatu bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dengan simbol-simbol standar sebagai berikut:

Tabel 2.4 Simbol-simbol Program Flowchart

SIMBOL

KETERANGAN

Flow Line Symbol. Simbol Garis Alir digunakan untuk menunjukan aliran atau arus dari proses.

e. Disain File

Disain file adalah kumpulan dari item data yang diatur dalam suatu record dimana item-item data tersebut dimanipulasi untuk pemroses tertentu.

f. Disain Input

Disain input berfungsi mengefektiflan biaya pemasukan data, untuk mencapai keakuratan yang tinggi dan untuk menjamin pemasukan data dapat diterima dan dimengerti pemakai.

g. Disain Output

Disain output atau keluaran merupakan hal yang tidak boleh diabaikan karena laporan atau keluaran yang dihasilkan harus memudahkan bagi seiap pamakai yang memerlukan. Media yang digunakan dalam proses analisa sistem menurut penulis yaitu context diagram, data flow diagram, entity relational diagram, disain file, flow chart, disain input, dan disain output yang kesemuanya saling berhubungan.

D. Implementasi Sistem Informasi

Tahap Implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan, juga termasuk menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplkasi.

Menurut Jogiyanto (2005:573), proses imlpementasi sistem ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu:

1) Testing (Pengujian), yaitu serangkaian iji coba terhadap sistem baru dengan mengoperasikan data yang sebenarnya untuk mengetahui apakah sistem berjalan dengan semestinya.

2) Training (Pelatihan), yaitu dengan melakukan uji coba pemakaian sistem langsung kepada user untuk mengetahui kendala-kendala yang dirasakan oleh user nantinya serta memberikan bekal teknis jika terjadi kerusakan kecil pada program.

3) Maintenance (Perawatan), yaitu mempersiapkan sebuah prosedur perawatan bagi sistem untuk menjaga dan mempertahankan agar sistem dapat beroperasi denga benar dan bertahan lama.

Dari definisi diatas maka proses implementasi sistem harus melewati minimal 3 tahapan yaitu:

a. Pengujian atas sistem yang dikembangkan,

b. Mengadakan pelatihan terhadap sumber daya manusia yang akan mengopersikan sistem tersebut, dan

c. Melakukan perawatan terhadap sistem yang akan dikembangkan.

E. Tinjauan Tentang Pemograman Visual Basic 6.0

1. Pengenalan Visual Basic 6.0

Menurut Adi Kurniadi (2000) dalam buku Visual Basic 6.0. Microsoft Visual basic 6.0 adalah bahasa Pemogrman yang berbeda dengan bahasa program basic konvensional yang telah kita kenal umumya. Pada pemograman Visual basic untuk merancang suatu aplikasi project, terlebih dahulu kita harus memperkirakan format output yang kita perlukan. Untuk selanjutnya diikuti dengan penulisan kode-kode program sesuai dengan rancangan output yang kita miliki. Konsep tersebut dikenal dengan konsep Top-Down artinya alur merancang suatu aplikasi program dilakukan dengan membuat outputnya terlebih dahulu kemudian

menuliskan kode program. Segala kegiatan merancang bentuk output serta penulisan kode program dan proses program dapat diikuti dengan mudah dan jelas sehingga di kenal dengan istilah pemograman visual atau Object Oriented Programan (OOP).

Merancang format output di Visual Basic berbeda dengan bahasa basic biasa yang konvensional, karena divisual basic kita membentuk output dengan sekumpulan object, object-object tersebut telah disediakan sebagai fasilitas ToolBox di Visual basic, kumpulan object tersebut dinamakan “ToolBox”. Setiap object yang ada pada Tool mempunyai karakter dan prilaku khusus, karakter dan prilaku khusus tersebut yang diistilahkan dengan “Control”. Control ini bisa diatur dengan menggunakan bantuan “Window Properti”. Selanjutnya object dengan control tersebut disusun, dedesain pada media yang dinamakan “Form”.

2. Cara Menjalankan Microsoft Visual Basic 6.0

Untuk menjalankan Microsoft Visual Basic 6.0 ada beberapa cara yang lazim digunakan yaitu:

a. Sorot dan klik start, lalu sorot programs dilanjutkan dengan memilih Microsoft Visual Studio 6.0 kemudian klik Microsoft Visual Basic 6.0

b. Setelah itu tampil kotak dialog new project. Kemudian klik standar EXE, seperti pada gambar berikut:

Gambar 2.8 Menu Pilihan Pada New Project

c. Maka akan tampil integrated Development Environment (IDE).

Integrated Development Intergration (IDE)

Integrated Development Integration (IDE) adalah tempat kita bekerja untuk menghasilkan program aplikasi. Pada IDE ini kita dapat menggunakan banyak tools yang daptat kita ambil dengan mudah. Tampilan IDE Visual Basic 6.0 tampak pada gambar 4. layer ini adalah lingkingan pengembangan aplikasi visual basic yang nantinya akan digunakan untuk membuat program-progam aplikasi dengan visual basic. Layar visual basic hamper sama dengan layer program-program aplikasi windows pada umumnya, terutama jika pernah menggunakan bahasa pemograman visual lainnya, seperti Microsoft Visual Foxpro, Microsoft Acsess dan lain sebagainya.

Menu Bar

Tool Bar Project Ekplorer

ToolBox Form Window Form Layout

Window Propertes

Gambar 2.9 Tampilan IDE Visual basic 6.0

a. Menu Bar

Menu Bar adalah menu utama yang menampilkan perintah-perintah yang terdapat pada Microsoft Visual Basic 6.0. Pada menu bar ini terdapat file menu yang khas untuk software under windows seperti file, edit, program, dan seterusnya.

b. Title Bar

Setiap title bar mempunyai item menu mesing-masing yang di kelompokkan berdasarkan title menu yang ada. Diatas Menu terdapat bagian-bagian yang disebut title bar.

c. Tool Bar

Tool Bar yaitu sekumpulan tombol yang berfungsi sebagai tombol cepat (short cut) untuk menjalankan perintah dan mengendalikan lingkungan pemograman Microsoft Visual Basic 6.0. Kegunaan dari tombol pada tool bar Microsoft Visual Basic 6.0 dapat dilihat table dibawah ini :

Tabel 2.5 Fungsi Toolbar Microsoft Visual Basic 6.0

ToolBar

Nama

Fungsi

Add Project

Menambah proyek kedalam proyek yang sudah ada

Add Item

Menambah komponen atau objek ke jendela form

Menu Editor

Menampilkan menu editor untuk mengubah tampilan kemenu

Start

Menjalankan proyek yang dibuat pada Visual Basic

Break

Menghentikan running program

End

Menghentikan running program

Project Explorer

Menampilkan jendela project explorer

PropertiesWindows

Menampilkan jendela properties

Object Browser

Menampilkan jendela object browser

Tool Box

Menampilkan jendela toolbox

Form Layout Windows

Menampilkan jendela form layout windows

Data View

Menampilkan jendela data view windows

d. Toolbox

Merupakan kumpulan object yang digunakan untuk merancang sebuah output program. Karena masing-masing object mempunyai sifat yang khas, dan dengan sifat yang khas tersebut tinggal kita tinggal memberikan kontrolnya, sehingga menjadi suatu

aplikasi program yang diinginkan, maka object ini disebut dengan kontrol.

Tabel 2.6 Fungsi-fungsi yang terdapat Pada Toolbox

TOMBOL

NAMA

FUNGSI

Pointer

Penunjuk kontrol sehingga kita bisa memindahkan letak atau mengubah ukuran kontrol yang dipasang pada form.

Picture Box

Untuk menampilkan gambar statis maupun gambar aktif dari sumber diluar dirinya.

Label

Kontrol yang bisa kita gunakan untuk menampilkan teks yang tidak bisa diubah oleh pemakai program

Text Box

Untuk membuat area teks, dimana teksmya bisa diubah oleh pemakai.

Command Button

Untuk membuat sebuah tombol pelaksanaan perintah.

Drive List Box

Untuk menempilkan Disk Drive yang dimiliki komputer

Image

Untuk menampilkan gambar bitmap, icon ataupun metafile pada form. Kontrol picture box menyediakan lebih banyak fasilitas dibidang kontrol ini.

File List Box

Untuk menampilkan sebuah daftar file.

Hiscrolling Bar

Untuk penggulungan dengan jangka lebar dengan indikasi posisi pilihandalam posisi horizontal.

List Box

Digunaka untuk menampilkan daftar pilihan yang bisa di gulung.

Timer

Untuk menghitung waktu event dalam interval yang ditentukan

Data

Menyediakan sarana akses data

Check Box

Untuk membuat kotak cek yang mudah pemakainya. Biasa digunakan untuk pemilihan dua keadaan

( misalnya: benar atau salah ) dari banyak pilihan sekaligus.

Option Button

Untuk pemilihan dua keadaan dari banyak pilihan, namun hanya satu pilihan saja yang bisa diaktifkan pada suatu saat.

Shape

Untuk memasang kontrol yang mampu

Combo Box

Untuk menghasilkan kontrol yang merupakan kombinasi dari list box dan text box, sehingga pemakai bisa memasukkan pilihan melalui daftar atau menuliskannya.

Line

Untuk menggambarkan garis.

Frame

Untuk mengelompokkan beberapa kontrol. Kontrol ini harus dipasang telebih dahulu sebelum control yang dilingkupinya.

OLE

Untuk menghasilkan proses link dan embed objek anta r aplikasi.

e. Form

Form adalah bahan pembuatan windows. Kita meletakkan Control pada from. Kontrol ini misalnya tombol check box, button, label dan sebagainya. Pada form ini kita dapat membuat aplikasi-aplikasi yang kita inginkan.

Gambar 2.5 Form Pada Microsoft Visual Basic 6.0

f. Windows properties

Windows properties digunakan untuk mengatur properties sebuah object. Object yang ada di tampilkan pada daftar object, sedangkan windows properties terbagi atas dua kolom, yaitu:

a.) Kolom List Properties

b.) Kolom Value properties

Kolom List Kolom Value

Properties

Gambar 2.6 Window properties

g. Windows Project Explorer

Project explorer berfungsi sebagai pengakses bagian- bagian pembentuk project, window ini juga digunakan untuk melihat struktur nama project yang akan kita buat, struktur yang ditampilkan adalah susunan form dan module serta kelas yang aktif digunakan pada saat project dibuat.

View object Toggle folder

View Code

Gambar 2.7 Window Project Explorer

h. Windows Form Layout

Windows ini digunkan untuk mengatur data letak project form di layar monitor ketika project dijalankan.

Gambar 2.8 Window Form layout

i. Windows Code

Windows Code adalah tempat kita menulis program. Pada window ini terdapat fasilitas editing yang cukup lengkap. Jika melakukan klik ganda pada sebuah obyek yang berupa kontrol atau form, maka window code ini akan langsung aktif dan membawa kursor ketempat penulisn program yang terkait dengan object tersebut. Tempat penulisan berada diantara kata Private Sub dan End Sub.

Gambar 2.9 Windows Code

3. Data Base MS-Visual Basic 6.0

Menurut M.Agus Alam (2001) dalam buku manajemen Database dengan MS-Visual Basic 6.0 dapat menagani bermacam-macam format database, yaitu format database Microsoft Access, Microsoft Excell, Dbase, Foxpro dan File Teks.

a. Visual Data Manager

Visual Data Manager adalah fasilitas yang disediakan Visual Basic 6.0 untuk menghasilkan table-tabel. Kita bisa mengaktifkan Add-Ins, Klik Perintah Visual Data Manager.

b. Membuat Tabel

Table adalah unsur utama didalam suatu database. Langkah pembuatan table adalah:

1) Aktifkan Visual Data Manager dari menu Add-Ins

Gambar 2.10 Visual Data Manager

2) Aktifkan perintah File Lalu pilih New kemudian Microsoft Access

Gambar 2.11 Visual Data Manager

3) Kemudian akan tampil kotal dialog Select Microsoft Access To Create, seperti gambar 2.12 berikut ini :

Gambar 2.12 Select Microsoft Access Database To Create

4) Kemudian ketik nama database yang diinginkan dan tekan save, lalu akan tampil kotak dialog seperti gambar 2.13 berikut ini:

Gambar 2.13 Database Window

5) Kemudian klik kanan pada properties lalu pilih new Table, maka akan tampil table tempat pembuatan fiel-field yang kita inginkan. Dapat dilihat pada gambar 2.14 berikut ini:

Gambar 2.14 Table Structure

6) Kemudian tulislah nama table yang kita inginkan pada table Name. lalu pilih ADD field untuk pembutan nama Field. Pada kotak Name istilah nama Gield yang diinginkan, lalu tekan tombol Ok sampai semau field yang kita inginkan telah dientrikan. Setelah itu pilih tombol Close. Kita juaga dapat menambahkan index data dengan cara tekan tombol Add Index, pilih Index Data yang kita inginkan, kemudian pilihlah tombol Close.

7) Langkah selanjutnya adalah memilih Tombol Build the Table terbentuklah sebuah table seperti yang kita ingunkan. Untuk menampilkan komponen table, klik ganda pada nama tabel yang terbentuk, munculah Fields, Indexes, dan Properties.Klik ganda pada field, maka akan muncul field-field yang kita buat.

4. Keistimewaan Microsoft Visual Basic 6.0

Microsoft Visual Basic 6.0 pertama kali diperkenalkan tahun 1991 yaitu program Visual Basic Versi text line DOS dan untuk Windows kemudian di kembangkan terus menerus hingga sekarang telah mencapai versi 8.0 yang dirilis akhir tahun 2001.

Beberapa keistimewaan dari bahasa pemograman Morosoft Visual Basic 6.0 adalah:

a. Menggunakan platform pembuatan program yang diberi nama developer studio yang memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan Visual C++.

b. Memiliki Compiler yang andal yang dapat menghasilkan file executable yang lebih cepat dan lebih efisien dari sebelummya.

c. Memiliki beberapa tambahan saran Wizard yang baru. Wizard adalah sarana yang mempermudah didalam membuat aplikasi dengan mengotosasi tugas-tugas tertentu.

d. Tambahan kontrol-kontrol baru yang lebih cangih serta peningkatan struktur bahasa Visual Basic.

e. Kemampuan membuat Active-X dan fasilitas internet yang lebih banyak.

f. Sarana akses yang lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi database dengan kemampuan tinggi.

g. Microsoft visual basic 6.0 memiliki beberapa versi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemakai, dan sampai saat ini terdapat tiga versi yang beredar dipasaran:

1) Standard Edition / learnig Edition.

Versi ini adalah standar yang sudah mencakup berbagai sarana dasar Microsoft Visual Basic 6.0 untuk pengembangan aplikasi

2) Profesional Edition

Berisi tambahan Microsoft Jet Data Access Engine (database) dan pembuatan Server OLE Automation

3) Enterprise Edition

Versi ini dikhususkan untuk para programmer yang ingin mengembangkan aplikasi remote computing / Client Server.

Kelemahan Visual Basic versi 6.0

a. Microsoft Visual Basic 6.0 tidak memiliki database sendiri.

b. Pembuatan data base dilakukan pada Microsoft access, Dbase, Foxpro, Paradox, ODBC, dan text files

5. Tinjauan Umum Crystal Report 8.5

a. Pengenalan Crystal Report

Cristal Report dirancang untuk untuk membuat laporan yang dapat digunakan dalam bahasa pemograman berbasis windows, seperti Borland Delphi, Visual basic, visual C/ C++, dan visual Interdev.

Menurut Hadi, (2003) ada beberapa kelebihan dari Crystal Report ini adalah:

1) Dari segi pembuatan laporan, tiadak terlalu rumit yang memungkinkan para programmer pemula sekalipun dapat membuat laporan yang sederhana tanpa melibatkan banyak kode pemograman.

2) Integrasi dengan bahasa pemograman lain yang memungkinkan dapat digunakan oleh banyak programmer dengan masing-masing keahlian.

3) Fasilitas impor hasil laporan yang mendukung format-format popular seperti Microsoft Word, Microsoft Excell, Access, Adobe Acrobat Reader, HTML dan sebagainya.

b. Cara menjalankan Crystal Report dengan menggabungkan Visual Basic 6.0 dengan langkah-langka sebagai berikut :

1) Untuk menambah sebuah laporan baru ke dalam project, klik menu projek dalam Visual basic, Lanjutkan dengan mengklik Crystal report 8.5 Akan tampil kotak dialog Crystal report Gallery yang berfungsi sebagai pilihan jenis laporan yang akan dibuat. Pada setiap pilihan jenis laporan , and akan dituntut oleh wizard ini dengan beberapa seri tab untuk menentukan dasar laporan. Untk tutorial ini pilih Using The Report Expert sdan laporan Tipe Standard. Selanjutnya klik Ok untuk langkah selanjutnya dapat dilihat pada 2.15

Gambar 2.15 Tampilan Galery Pada Crystal Report

2) Sebuah laporan memerlukan sumber data yang berfungsi sebagai isi laporan itu sendiri. Crystal Report dapat mengakses beberapa sumber data yang berbeda diantaranya:

a) Data Environment yaitu sumber data yang didefinisikan dalam objek Visual Basic 6.0.

b) Project yaotu sumber data dari objek database (ADO, RDO, DAO, OLE DB, ODBC).

c) Other yaitu sumebr dat dari Crystal report yang berbentuk database driver yang ditampilkan dalam jendela data Explore.

3) Pada jendela Data Explore pilih item find Database filed kemudian klik tombol Add. Akan ditampilkan kotak dialog open untuk membuka file sumber dat untuk laporan. Dalam tutorial ini kita menggunakan file database milik Visual Basic.

4) Hasil pemilihan sumber data akan ditampilkan dalam frame tables. Kemudian klik tombol Next untuk melanjutkan.

5) Klik tombol Finish untuk melengkapi langkah-langkah pembuatan laporan, dapt dilihat pada gambar berikut

Gambar 2.16 Tampilan Crystal Report Expert

c. Melihat dan mencetak laporan

Untuk melihat dan mencetak laporan yang sudah kita buat, klik menu Run pada IDE Visual basic dan pilih pilih sub menu Start

Gambar 2.17 Tampilan Run pada IDE Visual Basic

d. ToolBox Crystal Report

Dapat dilihat pada gambar

Gambar 2.18 Tampilan ToolBox pada Crystal Report 8.5

e. Control Crystal Report Viewer

Form ini dibuatkan otomatis oleh Crystal report ketika anda membuat sebuah laporan baru. Isi dari form ini hanya ada satu buah control yang dinamakan Crystal report Viewer (CD Viewer) dan diatmabh beberapa kode untuk menyesuaikan lingkungan kerja laporan.

Gambar 2.19 Tampilan CD Viewer pada Crystal Report 8.5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: